Friday, April 19, 2013

Catatan Seorang Penyendiri di tengah Lagu

Petik gitar, dalam lagu menyentuhku, selamat  malam. Ada guratan sepi yang dipungutnya dari pikiran.
Setiap tembangnya mampu melangkahkan kaki. Setiap syairnya mampu menerbangkan mimpi. Dan, aku pun dibawa pergi mengelana ke negeri yang pernah kukenal dulu. Desahan malam yang menusuk, angin pun menghembuskan bidadari dalam angan.

Mengapa hanya lagu yang mampu memberiku hidup, nafas, dan dunia? Mengapa hanya kepada lantunan sumbang sendiri yang mampu melahirkan pertapa yang bijak, atau penyair yang buta dalam kata-katanya? Mengapa hanya nyanyi yang  mampu memeluk kegelisahan dan mengusap rambut ku penuh kelembutan?

Ah, mengapa airmataku mesti berjatuhan ke lantai dan membentuk kata cinta bila ia tidak pernah memiliki dermaga sebagai tempat menyanyikan lagu-lagu picisan yang nyatanya mampu melukis senyum di pipi merah?

Dan Tuhan, ajari aku cinta-Mu..

Jakarta, 19 April 2013

1 comment: